Kunjungan STAI Sunan Pandanaran ke IAIN Salatiga

DSC00581

Salatiga – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidiyah (PGMI) IAIN Salatiga menuliskan sejarah baru. Di dalam hari-hari yang masih kental dengan suasana libur akhir semseter, program studi berakreditasi A ini mendapatkan kunjungan dari STAI Sunan Pandanaran pada Hari Rabu, tanggal 23 Januari 2019. Kunjungan ini ditujukan untuk fokus membahas mengenai Program Studi di PGMI IAIN Salatiga dan juga fokus kepada kegiatan mahasiswa yang di kelola oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Kunjungan ini dihadiri lebih dari 90 mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) S-1 yang tersebar dalam 3 semester yang berbeda. Selain itu, rombongan kunjungan juga mengikutsertakan Ibu Ketua Program Studi yakni Ibu Zeni Hafidatun Nisak, M.Pdi., Ibu Wakil Ketua Program Studi Ibu Anita Desi Kusumaningtyas, M. Pd. dan juga Ibu Sekretaris Jurusan Ibu Barirotus Sa’adah, M. Pd. Rombongan yang berangkat dari Yogyakarta ini tiba di Kampus 3 IAIN Salatiga tepat pukul 11.00 WIB menggunakan 2 bus.

Disambut Oleh Wakil Dekan dan Tari Gambyong Mari Kangen

DSC00588

Persiapan matang telah dipersiapkan oleh panitia penyambutan yakni pengurus HMJ PGMI IAIN Salatiga 2019 bersama Demisioner Pengurus HMJ PGMI IAIN Salatiga 2018. Penyambutan hangat yang disajikan dalam kegiatan ini. “Bersama Ibu Ketua Jurusan PGMI IAIN Salatiga Ibu Peni Susapti, M.Pd. dan beberapa dosen dari PGMI IAIN Salatiga turut diundang untuk menyambut tamu yang spesial ini” ujar Ikhwanul, selaku Demisioner pengurus HMJ PGMI 2018. Sambutan hangat juga diberikan oleh Dekan FTIK IAIN Salatiga yang dalam hal itu diwakilkan oleh Wakil Dekan 3 bagian Kemahasiswaan Dr. Achmad Maimun, M. Ag. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa menjadi sosok seorang guru haruslah benar-benar memahami karakter seorang guru, mulai dari sikap, cara berpakaian dan pola pikir harus mulai tertata sejak menjadi mahasiswa sebagai bakal calon sebagai seorang guru. Upacara pembukaan ditutup dengan sajian dua penari cantik PGMI yang membawakan tari Gambyong khas dengan seragam hijau nya. Mahasiswa PGMI STAI Sunan Pandanaran sangat berkesan dengan penampilan tari ini, terlihat beberapa mahasiswa mengeluarkan telepon genggamnya untuk memfoto dan merekam berniat mengabadikan momen tersebut.

Kolaborasi Ketua Jurusan dan Ketua HMJ Dalam Sesi Studi Edukatif dan Sharing Proker HMJ

DSC00613

Kegiatan yang paling utama dalam kunjungan kali ini ialah sesi studi edukatif, dimana antara PGMI STAI Sunan Pandanaran dan PGMI IAIN Salatiga dapat saling bertukar ilmu dan informasi. Sesi pertama di pandu oleh Ikhwanul Muslim (Demisoner Ketua HMJ PGMI 2018) sebagai moderator dengan kedua pemateri luar biasa yakni Ibu Peni Susapti, M.Si. (ketua Jurusan PGMI IAIN Salatiga) dan Ibu Zeni Hafidatun Nisak, M.Pdi. (Ketua Program Studi PGMI STAI Sunan Pandanaran). Sesi ini membahas seputar akreditasi, mata kuliah, dan sarana prasarana perkuliahan di masing-masing kampus. Mahasiswa STAI Sunan Pandaran begitu antusias dengan penjelasan kedua ketua jurusan dan ketua program studi ini, banyak diantaranya yang memberikan pertanyaan dan argumennya dalam menanggapi penjelasan dari kedua pemateri.

Sesi kedua ialah sesi yang ditunggu-tunggu mahasiswa terutama pengurus HMP PGMI STAI Sunan Pandanaran. Sesi ini diisi oleh demisioner ketua HMJ PGMI 2018 Kak Ikhwanul Muslim. Penjelasan kali ini lebih ke pengenalan HMJ PGMI IAIN Salatiga berkenaan dengan Program Kerja, Administrasi, Jaringan dan Keuangan. Menarik sekali, tak jarang gelak tawa keluar dari para peserta studi edukatif karena pembawaan materi yang memang dibuat sesantai mungkin namun tetap serius. “Mas, secara logika akuntasi, tidak akan ketemu nalar, apabila pemasukan pokok adalah Rp7.000.000,00 sedangkan pengeluaran HMJ Anda tahun ini Rp69.000.000,00 sekian. Bagaimana mas menjelaskan itu?” salah satu pertanyaan paling menarik dari Kak Qodir Pengurus HMP PGMI STAI Sunan Pandanaran. “Kami tahun ini memang harus bergerak dan bekerja keras untuk menunjang keuangan Mas, bagaimana di tahun ini kami bisa menjadi gerakan revolusioner untuk menjadi acuan tahun berikutnya, banyak program yang cukup menghabiskan biaya, seperti pengadaan alat rebana, pengadaan alat tari, pembiayaan-pembiyaan mahasiswa PGMI yang lomba dengan gratis dari kami. Maka dari itu akan kami berikan tips-tips mencapai keuangan itu…” jawab pemateri dengan nada yang menjadi serius.

 

Mini Tour Menjadi Penutup Acara

DSC00654

Setelah semua diskusi dirasa cukup, akhirnya Pengurus HMJ PGMI IAIN Salatiga 2019 membawa tamu kunjungan untuk berkeliling ke gedung FTIK dan menunjukkan bagaimana fasilitas penunjang Pembelajaran di PGMI IAIN Salatiga, yang mejadi pusat perhatian ialah ketika mahasiswa sampai di Laboratorium Karawitan, dimana ekstra kulikuler karawitan merupakan salah satu kegiatan unggulan di HMJ PGMI IAIN Salatiga. Dalam sesi akhir kegiatan, kami berfoto bersama di bundaran IAIN Salatiga dengan baju khas PGMI IAIN Salatiga kuning Keki dan jas almamater khas yang dikenakan Mahasiswa PGMI STAI Sunan Pandanaran.

Leave a Reply